Informasi Terkini :

Selamat Datang: di website resmi Desa Bungaya Kangin ( www.bungayakangin.desa.id).

Data yang masuk ke admin masih proses: Web ini akan selalu berbenah. Kunjungilah selalu dan jangan lupa ikuti forumnya
Data Perangkat Desa dan Kadus belum masuk: Akan segera di tampilkan di website
Ikutilah selalu : Forum desa,sampaikan segala hal yang menyangkut desa
Mari kita majukan Desa Bungaya Kangin: Dengan selalu berinteraksi di forum desa dalam website ini

Sejarah Desa Bungaya Kangin

Diposting Tgl.10 September 2016 ( diperbaharui: 06 July 2017 12:15:55.)
kantor Desa Desa Bungaya Kangin adalah salah satu Desa hasil pemekaran dari Desa Bungaya dimana sekarang Desa Bungaya terbagi menjadi 2 (dua )desa Dinas yaitu Desa Bungaya dan Desa Bungaya Kangin yang mana Desa Bungaya Kangin didukung oleh 4 Banjar dinas dan 5 banjar Adat dengan jumlah penduduk per Desember Th 2010 .adalah 6.189 jiwa,Terdiri dari laki-laki.3.039 jiwa perempuan.3.150 jiwa dan.1.579..Kepala Keluarga,Namun demikian Desa Bungaya dan Desa Bungaya kangin masih menjadi 1 Desa Adat yang mana segala kegiatan Agama dan Adat istiadat masih menjadi tanggung jawab bersama.

Kalau menceritakan tentang sejarah Desa Bungaya Kangin dimana sejarahnya hampir sama dengan Desa Bungaya, Yang mana pada dasarnya Desa Bungaya adalah merupakan Desa yang amat Tua dimana menurut Babad dalem diceritakan bahwa pada abad ke 16 Desa Bungaya pernah menjadi tempat pemerintahan dalem Gelgel (dalem waturenggong) dimana dalam pemberontakan maruti I Gusti Batan Jeruk yang mendapat tugas diwilayah Bungaya gugur dipenataran Bungaya,maka dengan gugurnya I Gusti Batan Jeruk maka digantikan atau dikukuhkan kembali sebagai pengganti adalah I Gusti Ketut Alit Ngurah Bungaya keturunan Pangeran Asak dari sameton Arya kepakisan sebagai pemacek Desa Bungaya yaitu pada tahun 1800 atau abad ke 18 dengan bukti pemberian 40 buah Keris yang dibagikan ( Kerama Desa Pengarep tegak petang Dasa ).diperuntukan dalam rangka melaksanakan tugas tugas Upacara keagamaan )yang membagikan keris tersebut adalah De Kebayan wayan sebagai Tabeng Wijang Desa Bungaya.

Selain itu juga diberikan berupa sawah sebanyak 108 saih tanpa pipil yang diberi nama Uma Desa artinya diperuntukan hasilnya dalam rangka untuk dipergunakan sebagai menunjang kegiatan upacara keagamaan dan juga ada diperuntukan sebagai imbalan tanda jasa kepada Krama Desa dalam melaksanakan tugas .Dalam pemberian berupa sawah dan sarana umum lainya diatur oleh pihak Puri Karangasem karena pada saat itu pihak puri karangasem sedang membangun puri Agung Karangasem dan membangun Paryangan di pura Bukit Kangin sehinga di perintahlah Desa Bungaya membantu Ngaturang Ayah nangun Paryangan di Pura Bukit Kangin dan nangun puri di Karangasem .

Dengan bukti ngajang Citakan bata dari Bungaya ke Puri Karangasem Karena saking setianya pihak Puri dengan Desa Adat Bungaya ditambah lagi pemberian pihak Puri berupa Kuburan untuk di pergunakan masing masing Banjar Adat.

Atas perintah Raja Puri Karangasem yang bernama Anak Agung Angelurah Agung Ketut Agung Karangasem pada tahun 1900 abad ke 19.Tak terlepas pula pemberian tanah pekarangan dan kuburan bagi saudara muslim kecicang Islam dan kedokan karena turut mengangkut bata merah dari Bungaya Ke Puri yang dipanggil pada saat itu dari Kecicang adalah perwakilan Balok 11 (solas) yaitu Sri Anom Guru Ramli (Guru Makniah ) dan Guru Haji Drahim. Jadi yang paling utama pemberian pihak puri Karangasem kepada Desa Bungaya adalah berupa Purana Tatwa Bungaya ( yang isinya tentang tatwa ,bisama dan upacara ).Jadi sampai saat ini hubungan puri karangasem,puri kelungkung dengan Desa Adat Bungaya sangat erat dan kental terujud bahwa setiap adanya usaba Dasa atau usaba dangsil peranan pemucuk puri Karangasem dam pemucuk puri Kelungkung naik ke atas dangsil Dalem.

Ditinjau dari etimologi desa Bungaya berasal dari dua kata ;

Bunga :Bunga atau Ratna
Aya :Besar

Jadi Bungaya berarti sebuah Bunga yang sangat besar yaitu bunga yang agung dan mulia berupa bunga teratai Tunjung atau Bunga Padma.Jadi Desa Bungaya Kangin dengan perlambang Bunga Tunjung dimana sebagai rasa hormat dan srada bakti kita dengan sanghyang Padmayoni dan Sanghyang Aji Saraswati yang selalu memberikan pencerahan ilmu pengetahuan dan kesejahtraan.

Padmayoni :perlambang kebesaran Dewa Brahma
Padmanala :Perlambang kebesaran Dewa Wisnu
Padma Nglayang :perlambang kebesaran Dewa Siwa

Adapun pengertian Bungaya sebagai bunga yang besar bukan berasal dari data yang autentik berupa prasasti atau lontar,melainkan diambil dari cerita rakyat atau legenda yang beredar dimasyarakat,ceritanya sebagai berikut ; Pada masa jayanya kerajaan Gelgel Kelungkung di Bali,dimana kerajaan majapahit menjalankan politik Ekspansi sehingga berhasil menundukan Bali,dan pada saat itulah datang seorang duta dari kerajaan Majapahit yang bernama Anglurah Tubekel sakti beliau adalah seorang ningrat beragama siwa (Hindu ).

Kemudian untuk memudahkan hubungan pemerintahan majapahit,maka beliau membangun puri alit lengkap dengan taman dan kolam .Diceritakan pada bagian tengah kolam ditanam bunga teratai atau tunjung,pada masanya berbunga ada salah satu bunga yang amat unik tumbuh dan kembang yaitu sebuah bunga tunjung berukuran besar dan berwarna kemerah merahan (Pinge) sedangkan bunga yang lainya tumbuh kecil-kecil,anehnya lagi bunga yang besar itu tidak kunjung layu sampai berbulan bulan keramatnya bunga tersebut mengembuskan harum semerbak.

Karena saking anehnya dan tertariknya tumbuhlah rasa simpati dari Anglurah Tubekel sakti untuk memetik Bunga teratai tersebut,anehnya abis dipetik bunga tersebut tumbuh lagi sampai kejadian itu terus berulang ulang,jadi dengan demikian atas perintah Pamucuk Desa diberikan perintah kepada Anglurah Tubekel sakti dan Kerama desa agar supaya tidak memetik bunga tersebut karena bunga tersebut sangat keramat dan Ajaib ,jadi dengan demikian maka dinamai dengan Desa Bungaya dan dimekarkan menjadi dua Desa dengan Surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali No.661 tahun 1991 dan dikuatkan dengan Surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Karangasem,tertanggal,17 Nopember 1991 No.500 tahun 1991, lanjut pada tanggal 6 januari 1992 diadakan serah terima wilayah oleh Kepala Desa Bungaya dan Bungaya Kangin .Pada saat itu Desa Bungaya Kangin dipinpin oleh Ida Bgs Wayan Kondra sebagai perbekel Bungaya Kangin yang pertama beliau menjabat sampai tahun 2003 namun karena menurut aturan dan ketentuan dari perundang-undangan yang berlaku maka beliau diganti oleh Ida Bagus Sudira,SH melalui Pemilihan/Demokrasi.